Selamatkan 7 Lansia di Korsel, Nelayan WNI Sugianto Dapat Penghargaan Presiden Lee Jae Myung

Warga Negara Indonesia (WNI) Sugianto menerima penghargaan langsung dari Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung atas aksi heroiknya menyelamatkan warga lanjut usia dari kebakaran hutan. Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara resmi di Istana Presiden Blue House, Seoul, pada Jumat (2/1).

Penghargaan yang diberikan berupa Order of Civil Merit (Medali Dongbaek), salah satu bentuk pengakuan tertinggi negara Korea Selatan bagi individu yang berjasa dalam aksi kemanusiaan. Prosesi penyerahan penghargaan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube MBC News.

Satu-satunya Warga Asing Penerima Penghargaan

Dalam upacara tersebut, Sugianto menjadi satu-satunya warga negara asing dari total 11 tokoh yang menerima penghargaan. Sebelumnya, Pemerintah Korea Selatan juga telah memberikan visa tinggal jangka panjang (F2) kepada Sugianto sebagai bentuk apresiasi atas keberaniannya.

Penghargaan itu diberikan atas aksi penyelamatan tujuh warga lansia saat kebakaran hutan melanda Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret tahun lalu.

Aksi Heroik di Tengah Kebakaran Hutan

Peristiwa bermula ketika Sugianto, nelayan asal Indramayu, Jawa Barat, tengah menjalani shift malam di wilayah pesisir Chuksan-myeon. Saat melihat api mulai merembet ke kawasan permukiman, ia segera berteriak memperingatkan warga sekitar.

Sugianto kemudian berlari dari rumah ke rumah untuk membantu evakuasi. Mengingat kondisi desa berada di lereng yang curam, ia bahkan menggendong sejumlah lansia dan membawa mereka sejauh sekitar 300 meter menuju lokasi yang lebih aman.

Seluruh warga yang dievakuasi berhasil selamat dari kebakaran.

Tak Menyangka Dapat Penghargaan Presiden

Sugianto mengaku tidak pernah membayangkan akan menerima penghargaan langsung dari Presiden Korea Selatan. Ia menyebut pengalaman tersebut terasa seperti mimpi.

“Gak nyangka. Sampai orang Koreanya juga bilang, walaupun mereka orang Korea, susah banget bisa ketemu presiden,” ujarnya.

Ia berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara.

“Alhamdulillah, semoga bisa jadi inspirasi buat PMI di mana pun berada,” tuturnya.

Pesan untuk Sesama PMI

Pria berusia 31 tahun itu diketahui telah tinggal di Korea Selatan selama sembilan tahun dan dikenal sebagai sosok yang aktif membantu warga lansia di lingkungan tempat tinggalnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sugianto juga berpesan agar sesama PMI tidak ragu menolong siapa pun, tanpa memandang perbedaan negara atau latar belakang.

Menurutnya, saling membantu adalah kewajiban sesama manusia.

Kisah Sugianto Berpotensi Diangkat ke Film

Istri Sugianto, Indah (30), mengungkapkan bahwa ada seorang sutradara yang tertarik mengangkat kisah suaminya ke layar lebar.

“Sudah ketemu dan ngobrol, suami saya juga cerita bagaimana kejadian waktu itu,” ujar Indah di rumah mereka di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Minggu (4/1).

Indah menambahkan, sejak lama Sugianto memang dikenal sebagai pribadi yang ringan tangan dan gemar menolong.

“Saya senang sekali. Suami saya cuma niat nolong, enggak nyangka sampai dapat penghargaan setinggi ini. Saya kira paling dari posko atau menteri, ternyata langsung dari presiden,” katanya.

 

Comments

Popular posts from this blog

Teknik Efektif Meningkatkan Brand Awareness Secara Konsisten Dan Terarah

Strategi Konten Edukatif Mampu Menarik Perhatian Audiens Dalam Dunia Bisnis Digital